Derby Della Capitale atau Derbi Ibukota
adalah salah satu derby terpanas yang ada di dunia. Derby ini mempertemukan
antara dua tim asal Roma yaitu SS Lazio
dan AS Roma, yang bersaing untuk membuktikan siapa tim terbaik yang pantas
berada di Ibukota. Bagi penduduk lokal, Derby Della Capitale selalu digambarkan
sebagai “More than just a game”, karena gengsi yang dipertaruhkan oleh kedua
tim ibukota dan suporternya.
Sejarah derby ini dimulai ketika
AS Roma didirikan pada tahun 1927 sebagai upaya untuk menyaingi tim-tim besar
dari utara Italia seperti Inter Milan, AC Milan dan Juventus dengan cara
menggabungkan klub-klub lokal yang ada di Kota Roma yang idenya dicetuskan oleh
Benito Mussolini. Lazio yang pada saat itu sudah berdiri selama 27 tahun
menolak usulan penggabungan tersebut karena memiliki basis fans yang sudah
cukup banyak di kota itu. Maka sejak itulah persaingan antara dua klub tersebut
terjadi. AS Roma yang merupakan gabungan dari beberapa klub dari kota Roma
merasa sebagai klub asli dari kota Roma, sementara Lazio yang berdiri lebih
dulu juga melakukan klaim sebagai klub
asli Kota Roma karena berdiri lebih dulu dan membawa sepak bola ke kota Roma.
Pertemuan pertama dari Derby Della
Capitale terjadi pada tanggal 8 Desember 1929 dan dimenangkan oleh AS Roma dan
sejak saat persaingan antara kedua tim semakin ketat. Tercatat hingga saat ini sebanyak 170
pertandingan Derby sudah terjadi antar kedua tim tersebut. Sebanyak 63
kemenangan dibukukan oleh AS Roma, 47 kemenangan oleh Lazio dan sisanya
berakhir dengan imbang.
Persaingan dan gengsi antara dua
tim tersebut tidak hanya terjadi di lapangan pada saat derby berlangsung tapi
juga sampai ke tribun-tribun penonton. Fans dari kedua tim tersebut juga saling
bereaksi satu sama lain dan mengklaim bahwa mereka adalah penduduk asli kota
Roma. Pendukung AS Roma atau yang lebih dikenal sebagai Romanisti, menempati
area Curva Sod atau kurva selatan, dimana basis fans dari AS
Roma berasal dari wilayah selatan kota Roma. Sedangkan pendukung Lazio, yang
dikenal sebagai Laziale menempati Curva
Nod atau kurva utara yang juga merupakan basis tempat pendukung terbanyak.
Perbedaan ideologi politi juga menjadi bumbu tersendiri dalam laga Derby ini
walaupun belum tentu benar adanya. Fans AS Roma diklaim sebagai pendukung
ideologi politik berhaluan sayap kiri (Sosialis/demokrasi sosial) sedangkan
fans Lazio diklaim sebagai pendukung ideologi politik sayap kanan (Liberal).
Perseteruan sengit dalam Derby
Della Capitale tak pelak kadang sampai
menimbulkan korban jiwa dan menimbulkan kerusuhan di kota Roma sendiri. Pada
Oktober tahun 1979, Vincenzo Paparelli yang merupakan fans Lazio menjadi korban
jiwa pertama Derby Della Capitalle setelah terkena lemparan flare. Pada tahun 2002 terjadi kerusuhan
yang dilakukan oleh suporter Lazio sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap
klub karena tim mereka kalah 5-1 atas AS Roma. Pada tahun 2004 pertandingan
sempat dihentikan karena ada rumor yang menyatakan bahwa ada suporter yang
tewas oleh polisi. Begitulah kira-kira gambaran betapa keras dan bergengsinya
Derby Della Capitale, terutama di mata para suportenya untuk menjadi yang
terbaik di Ibukota. Derby Della Capitale : more than just a game!