Wednesday, August 15, 2012

Derby Della Capitale : More than just a game!


Derby Della Capitale atau Derbi Ibukota adalah salah satu derby terpanas yang ada di dunia. Derby ini mempertemukan antara dua tim  asal Roma yaitu SS Lazio dan AS Roma, yang bersaing untuk membuktikan siapa tim terbaik yang pantas berada di Ibukota. Bagi penduduk lokal, Derby Della Capitale selalu digambarkan sebagai “More than just a game”, karena gengsi yang dipertaruhkan oleh kedua tim ibukota dan suporternya.
Sejarah derby ini dimulai ketika AS Roma didirikan pada tahun 1927 sebagai upaya untuk menyaingi tim-tim besar dari utara Italia seperti Inter Milan, AC Milan dan Juventus dengan cara menggabungkan klub-klub lokal yang ada di Kota Roma yang idenya dicetuskan oleh Benito Mussolini. Lazio yang pada saat itu sudah berdiri selama 27 tahun menolak usulan penggabungan tersebut karena memiliki basis fans yang sudah cukup banyak di kota itu. Maka sejak itulah persaingan antara dua klub tersebut terjadi. AS Roma yang merupakan gabungan dari beberapa klub dari kota Roma merasa sebagai klub asli dari kota Roma, sementara Lazio yang berdiri lebih dulu  juga melakukan klaim sebagai klub asli Kota Roma karena berdiri lebih dulu dan membawa sepak bola ke kota Roma.
Pertemuan pertama dari Derby Della Capitale terjadi pada tanggal 8 Desember 1929 dan dimenangkan oleh AS Roma dan sejak saat persaingan antara kedua tim semakin ketat.  Tercatat hingga saat ini sebanyak 170 pertandingan Derby sudah terjadi antar kedua tim tersebut. Sebanyak 63 kemenangan dibukukan oleh AS Roma, 47 kemenangan oleh Lazio dan sisanya berakhir dengan imbang.
Persaingan dan gengsi antara dua tim tersebut tidak hanya terjadi di lapangan pada saat derby berlangsung tapi juga sampai ke tribun-tribun penonton. Fans dari kedua tim tersebut juga saling bereaksi satu sama lain dan mengklaim bahwa mereka adalah penduduk asli kota Roma. Pendukung AS Roma atau yang lebih dikenal sebagai Romanisti, menempati area Curva Sod  atau kurva selatan, dimana basis fans dari AS Roma berasal dari wilayah selatan kota Roma. Sedangkan pendukung Lazio, yang dikenal sebagai Laziale menempati Curva Nod atau kurva utara yang juga merupakan basis tempat pendukung terbanyak. Perbedaan ideologi politi juga menjadi bumbu tersendiri dalam laga Derby ini walaupun belum tentu benar adanya. Fans AS Roma diklaim sebagai pendukung ideologi politik berhaluan sayap kiri (Sosialis/demokrasi sosial) sedangkan fans Lazio diklaim sebagai pendukung ideologi politik sayap kanan (Liberal).
Perseteruan sengit dalam Derby Della Capitale  tak pelak kadang sampai menimbulkan korban jiwa dan menimbulkan kerusuhan di kota Roma sendiri. Pada Oktober tahun 1979, Vincenzo Paparelli yang merupakan fans Lazio menjadi korban jiwa pertama Derby Della Capitalle setelah terkena lemparan flare. Pada tahun 2002 terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh suporter Lazio sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap klub karena tim mereka kalah 5-1 atas AS Roma. Pada tahun 2004 pertandingan sempat dihentikan karena ada rumor yang menyatakan bahwa ada suporter yang tewas oleh polisi. Begitulah kira-kira gambaran betapa keras dan bergengsinya Derby Della Capitale, terutama di mata para suportenya untuk menjadi yang terbaik di Ibukota. Derby Della Capitale : more than just a game!